Sejarah Kabupaten Semarang

Sejarah Kabupaten Semarang

Wilayah Kabupaten Semarang terletak di persimpangan menuju ke arah Semarang, Yogyakarta, dan Solo. Bahkan jaraknya sangat dekat dan berbatasan dengan wilayah ibu kota provinsinya, yaitu Kota Semarang. Oleh karena itu batas utara dari wilayahnya adalah Kota Semarang dan Kabupaten Demak. Sebelah timur dengan Kabupaten Boyolali dan Grobogan. Sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Magelang. Sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Kendal. Sedangkan di tengah-tengah wilayah, terdapat Kota Salatiga.

Semarang erat kaitannya dengan Demak. Menurut cerita babad, Kabupaten Semarang didirikan oleh cucu Raden Patah, putra Adipati Unus (Raja Demak II), yang bernama Raden Made Pandan (yang lebih senang mengembara). Adapun tahta Kerajaan Demak diserahkan kepada pamannya, Raden Trenggono. Pengembaraan Raden Made Pandan sampai di sebuah pulau bernama Pulau Tirang yang akhirnya dikenal dengan nama Semarang. Di pulau tersebut beliau mendirikan pemukiman dengan nama Tirang Amper, yang dikelilingi pohon pandan, sehingga beliau dikenal dengan sebutan Ki Pandan Aran.

Di tempat tersebut Ki Pandan Aran berhasil mengalahkan para penguasa setempat yang masih memeluk peradaban “Jawa-lama” (Hindu-Buddha), untuk digantikan dengan peradaban Islam. Adapun nama ‘Semarang’ dikemukakan oleh Syeh Wali Lanang berdasarkan situasi lingkungan saat itu yang banyak ditumbuhi pohon asam (Jawa: asem) dalam posisi jarang-jarang (arang-arang), sehingga muncul sebutan ‘Asem Arang’ yang kemudian menjadi ‘Semarang’.

Setelah Ki Pandan Aran wafat, kedudukan sebagai penguasa wilayah digantikan oleh putra sulungnya yang bernama Pangeran Kesepuhan, dengan sebutan Ki Pandan Aran II. Pada waktu itu Kerajaan Demak telah hancur akibat perebutan kekuasaan. Adapun kerajaan yang berkuasa adalah Kerajaan Pajang. Oleh Raja Pajang, pengangkatan Pangeran Kesepuhan (Ki Pandan Aran II) sebagai penguasa wilayah Semarang sekaligus ditetapkan sebagai bupati dengan gelar Adipati Pandan Aran II. Sejak saat itu, terbentuklah tata pemerintahan dalam wilayah administratif yang bernama Kabupaten Semarang.

Pendiri Kabupaten Semarang adalah anak Pati Unus yang bernama Made Pandan, yang kemudian dikenal dengan sebutan Ki Pandan Aran (I). Waktu pengangkatannya sangat mungkin bersamaan dengan pengangkatan Pangeran Trenggono sebagai Raja Demak III, yaitu setelah wafatnya Pati Unus. Pada masa itu, pengumuman penting biasanya dilakukan saat ‘pisowanan agung’ dalam rangka hari besar Islam seperti Maulid Nabi (12 Rabiul Awal), Idul Fitri (1 Syawal), atau Idul Adha (10 Dzulhijah).

Penetapan Ki Made Pandan sebagai penguasa wilayah Semarang diumumkan pada saat peringatan Maulid Nabi pada tahun 1521. Berdasarkan fakta sejarah dan hasil kajian tim penelusur sejarah Kabupaten Semarang, serta melalui sarasehan dan seminar, ditentukan bahwa tanggal 12 Rabiul Awal 927 H (yang bertepatan dengan hari Selasa Kliwon, 15 Maret 1521 M) merupakan hari pengangkatan Ki Ageng Pandanaran I sebagai Bupati Semarang.

Tanggal tersebut kemudian ditetapkan secara resmi dalam Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 1 Tahun 2013 tentang Hari Jadi Kabupaten Semarang. Maka sejak itu, setiap tanggal 15 Maret diperingati sebagai Hari Jadi Kabupaten Semarang.