Lambang Kabupaten Semarang

Lambang Kabupaten Semarang

Lambang Kabupaten Semarang

Filosofi Lambang Kabupaten Semarang

Lambang Kabupaten Semarang berbentuk perisai bersudut lima. Di dalam perisai terlukis bintang persegi lima, di sebelah kanan terdapat rangkaian kapas dan di sebelah kiri setangkai padi. Lukisan gunung menggambarkan Gunung Kendalisodo, dengan warna hijau melambangkan perkebunan dan warna hitam melambangkan keberadaan pabrik.

Lukisan "Rawa Pening" di dalam lambang melambangkan pembangkit tenaga listrik, sementara di tengah lambang terdapat bambu runcing yang mencerminkan semangat perjuangan rakyat Kabupaten Semarang dalam mengusir penjajah.

Tanggal 14 Desember 1944 merupakan hari bersejarah bagi Kota Ambarawa yang kemudian dijadikan sebagai Hari Infanteri Nasional. Selain itu, lukisan Candi Siwa dalam lambang daerah menggambarkan peninggalan kuno dari abad ke-7.

Tanda pengenal Kabupaten Semarang menunjukkan potensi wilayah yang sangat kaya, meliputi sumber air, pembangkit tenaga listrik, obyek wisata dan budaya, serta hasil pangan berupa sayur dan buah-buahan.

Di bawah bentuk perisai pada lambang daerah tertulis “DHARMOTTAMA SATYA PRAJA” yang berarti “Berbuat yang terbaik untuk kepentingan rakyat”. Kalimat ini merupakan sesanti (slogan) yang menjadi wujud nyata dari visi Kabupaten Semarang dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.